Selasa, 19 Januari 2010

Efisiensi Saluran Pemasaran Komoditi Cabai Rawit


Arah pembangunan jangka panjang Indonesia tertuang dalam GBHN, adalah pembangunan ekonomi yang merata dengan sasaran utama untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan bidang industry,Serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat.Pembangunan Hortikultura yang meliputi tanaman sayur-sayuran, Buah-buahan, Tanaman hias dan Tanaman obat di tumbuh kembangkan menjadi agribisnis dalam memanfaatkan peluang dan keunggulan komperatif berupa iklimyang bervariasi,Tanah yang subur,Tenaga kerja yang banyak ,dan Luas lahan yang tersedia. Produk hortikultura di tumbuh kembangkan terutama melalui koperasi agar mampu mencukupi kebutuhan pasar dalam negri termasuk agroindustri serta memenuhi kebutuhan luar negeri. (MPR,1993:56).
Sektor pertanian masih sangat strategis,hal ini tampak dari struktur angkatan kerja yang masih bertumpu pada sector pertania.Mengingat sektor pertanian merupakan sektor basis ,maka program pembangunan ekonomi khususnya bidang usaha pertanian baik oleh pemerintah ataupun swasta harus difokuskan pada pengembangan sector agribisnis dan sector agroindustri.
Perkembangan komoditi hortikultura memberikan nilai tambah bagi pertanian di indonesia. Cabai rawit (Capicum Frustescens) Sebagai salah satu komoditi hortikultura yang banyak di kembangkan oleh para petani (Santika,1995:1).
Usaha Tani di desa Pancakarya Kecamatan jung Kabupaten Jember selama ini masih mengunakan sitem pertanian tradisional serta memiliki budaya “latah” dalam artian apabila ada salah satu petani ada yang sukses dalam usaha taninya ,maka petani yang lain berbondong-bondong mengikuti petani yang sukses tersebut. Mereka mengikuti baik dalam jenis tanaman yang di tanam juga mengikuti cara bercocok tanamnya.Kesuksesan satu atau dua oaring petani dan ‘kegagalan” tembakau beberapa taun ini telah mendorong petani untuk mencari tanaman alternative guna mengganti tanaman pokok yang selama ini mereka tanam yaitu padi dan jagung.Dari sebagian besar tanaman “favorit” bagi petani di desa pancakarya kecamatan Ajung Kabupaten jember adalah tanaman cabai rawit.
Cabai rawit merupakan salah satu kebutuhan masyarakat di Indonesia karena banyak digunakan sebagai bumbu masakan, ramuan obat dan sebagai campuran dalam industry makanan dan. Minuman (Setiada,1994). Hal ini mengakibatkan tingkat permintaan cabai rawit tinggi sehingga padaa waktu-waktu tertentu harga cabai rawi mengalami kenaikan.Pada saat permintaan yang tinggi sementara penawaran belum tentu mencukupi mengakibatkan harga cabai rawit tinggi,Hal tersebut merupakan salah satu penyebab mengapa penduduk di desa pancakarya kecamatan Ajung Kabupaten Jember meng”idola”kan tanaman cabai rawit.
Budidaya tanaman cabai rawit juga menghadapi resiko produksi dan resiko harga yang tinggi.Resiko produksi diakibatkan oleh iklim,hama (lalat buah) dan penyakit.Sebagai akibat fluktuasi produksi akan berimbas pada penawaran produk yang berubah dan menyebabkan kenaikan harga komoditi pada pasar.F luktuasi yang terjadi pada harga cabai rawit menyebabkan perolehan keuntungan pada masing-masing peserta pasar (Prasojo,1998:2).Penduduk di desa Pncakarya Kecamatan Ajung Kabupaten Jember senantiasa mengusahakan penanaman cabai rawit dan memprediksi ketika menjelang lebaran harga cabai rawit akan naik karena permintaan cabai rawit untuk konsumsi masyarakat meningkat.Masalah yang berhubungan dengan pemasaran juga merupakan salah satu penyebab resiko kegagalan usaha tanaman cabaui rawit,kesalahan dalam memilih saluran distribusi pemasaran dapat memperlambat bahkan dapat memacetkan usaha penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.Pemasaran yang baik adalah pemasaran yang efisien sedangkan system tata niaga (pemasaran) di anggap efisien apabila telah memenuhi syarat : 1) Mampu menyampaikan hasil-hasil dari petani ke konsumen dengan biaya yang semurah-murahnya, 2)Mampu mengadakan pembagian hasil yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen terahir yang ikut dalam tata niaga (pemasaran) produk tersebut (Mubyarto,1989:166).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar